jump to navigation

KELUARAN; HIDUP MUSA February 20, 2009

Posted by Nana in Bible study.
1 comment so far

Tokoh utama dalam Keluaran adalah Musa. Dari antara semua tokoh di Alkitab, Musa adalah tokoh yang paling byk mempengaruhi aku. Dalam beberapa hal aku merasa mirip dengan Musa dan bisa mengerti keadaan yg harus dia hadapi. Nama Musa tercantum dalam 31 buku di alkitab. Dia adalah seorang nabi dan pemimpin. Tapi terutama, dia adalah org yg pertama kali diberikan hukum2 Tuhan, yang dia ajarkan kembali ke israel.

Hidup Musa terbagi atas 3 seri (kalau difilm-kan)

Seri 1, kelahirannya hingga besar di istana. Sungguh hal yang lucu untuk dibayangkan, sementara firaun membunuh semua bayi laki2 israel, Musa sendiri dengan keberanian orangtuanya dapat diselamatkan dan akhirnya diasuh oleh putri firaun. Bayangkan ketika ibunya menceritakan sejarah kelahiran nya, dan dia melihat bahwa tidak ada laki2 bangsa israel yang betul2 seusia dengan dia saat itu. Dia satu2 nya yang berhasil lolos! Bukan hanya lolos, tapi dia menjadi calon penguasa Mesir! Apakah istana firaun mengetahui bahwa Musa adalah org israel? Dan jika mereka tahu, bagaimana mereka bersikap terhadap Musa? Kita tidak tau banyak soal bagaimana kehidupan Musa di istana. Tapi satu hal yang aku yakin, ada hal yang mengganggu pikiran nya, yaitu ttg bangsanya yg ditindas Mesir. “Bangsaku menjadi budak dan menderita, sedangkan aku hidup enak sendiri di istana, apa yang seharusnya kulakukan?” Itulah alasan kenapa Musa sampai membunuh org Mesir. Mungkin saat itu idealisme nya masih tinggi dan berani melakukan apa saja.

Mengingat kembali hidupku, masa SD hingga SMP adalah masa seperti Musa hidup di istana. Keluarga yang cukup mampu, punya banyak teman dan menjadi pemimpin setiap kegiatan sekolah, idealisme tinggi untuk melakukan banyak hal, berprestasi dengan mudah, sementara hatiku kosong bertanya-tanya apakah kehendak Tuhan dalam hidupku. Pernahkah kita merasa seperti Musa? Kita merasa punya segalanya, kecuali mengetahui hal apa yg perlu kita lakukan untuk membuat kehdupan yg lebih berarti?

Seri 2,menjadi pelarian di Midian

Sungguh perubahan hidup yang drastis. Hidup 40 thn di istana, tiba-tiba harus menjadi seorang pelarian. Keadaan di Midian yang kering dan terpencil sangat bertolak belakang dengan keadaan di Mesir. Musa “direndahkan” menjadi orang biasa, bahkan menjadi org yg tidak dikenal, hanya seorang gembala. Menarik bahwa Tuhan mempertemukan dia dgn keluarga Yitro dan menghabiskan waktu 40 thn berikutnya di padang pasir. Mungkin dia merasa itulah akhir hidup dia. Dia akan mati disana. Tanpa dia tahu bahwa Tuhan justru sedang melatihnya. Pengalaman hidupnya di padang pasir adalah bekal untuk memimpin bangsa israel nantinya. Tercatat bahwa keluarga nya (Zipora istrinya dan Yitro mertuanya) turut terlibat dalam 2 hal penting, yaitu waktu sunatan anaknya dan waktu mendelegasikan tugas pemimpin.

Pelajaran ini sungguh berarti buatku, terutama ketika aku dihadapkan dengan situasi yang buruk, yang membosankan, sepertinya tidak ada hal2 bagus terjadi, atau ketika sedang down. Aku teringat ketika menjadi murid Yesus, hidupku harus berubah dengan drastis. Aku harus berhadapan dengan keluargaku yang menentang. Aku harus melepaskan beberapa hal yang aku miliki. Aku harus bertobat dari kesombongan dan keegoisan dan dosa lainnya. Aku seperti berada di padang pasir dan menjadi orang asing. Penolakan yang aku hadapi dari orang2 di sekelilingku membuatku down. Tapi disisi lain tanpa aku sadari, sebenarnya Tuhan sedang mengajari aku untuk bergantung kepada Dia dan rendah hati. Kejadian seperti ini terulang ketika aku mulai kuliah, masuk jurusan TI membuatku harus belajar lebih keras. Aku selalu dapet ranking di sekolah, tapi di kuliah nilaiku jeblok di semester2 awal. Aku hampir memutuskan untuk pindah jurusan. Aku teringat menangis seharian di kos temanku Diana setelah menerima hasil semester. Tapi ternyata kegagalan itu membuatku belajar lebih byk hal dan lebih bertekun. Pada akhirnya aku bisa lulus dgn ipk 2,99. Sedikit lagi mencapai 3. Tapi aku bersyukur karena angka itu membuatku mengingat bagaimana Tuhan selalu ingin aku rendah hati, bergantung sama Dia, bukan bergantung dgn pengalaman dan kekuatan sendiri.

Seri 3, Menjadi Pemimpin Israel

Sekarang Musa sudah berumur 80 thn. Apa yang kita pikirkan ketika kita sudah 80 thn? Masih berpikir ttg impian? Masih berpikir akan hal-hal besar? Yang pasti kita cuma bisa bersyukur masih bisa hidup, hehehe. Tapi buat Tuhan, Musa justru baru akan mulai menjalankan tugasnya. Rencana Tuhan sungguh tidak terduga. Sekali lagi Tuhan mengubahkan hidup Musa. Mertua Musa adalah seorang imam, tapi ga jelas beribadah ke siapa. Apakah Musa beribadah kepada Tuhan juga ga jelas. Jadi perlu kejadian supernatural untuk menarik perhatian Musa kembali mengingat ttg Tuhan.

Walaupun Musa memberikan berbagai alasan, akhirnya dia menerima “tawaran pekerjaan” itu. 40 Thn berikutnya, Musa memberikan hatinya utk memimpin Israel. Kita tau apa yg terjadi pada akhirnya, Musa sendiri tidak dapat masuk ke tanah perjanjian itu karena 1 kesalahan.

Dalam bbrp hari ini aku mendapat “tawaran pekerjaan” yang baru. Hal yang sebelumnya tidak terpikirkan olehku, diminta membangun dan mengelola swalayan perabotan rumah tangga milik orangtuaku untuk 5 tahun ke depan. Bukan hanya jenis pekerjaan dan tanggung jawab yg sangat besar, namun juga lokasinya di luar Jakarta. Aku berpikir, apakah ini adalah seri hidupku selanjutnya? Bagaimana aku harus meresponnya? Mampukah aku melakukan yg terbaik untuk bisnis yang baru ini? Bagaimana jika aku harus pindah kesana? Sejenak aku teringat kepada Musa, bagaimana dia merespon setiap perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Stress, tapi dia mengerti bahwa ini bukan bangsanya, ini adalah bangsanya Tuhan. Beban, tapi belajar untuk patuh dan setia sampai akhir. Aku tidak pernah tau apa hal berikutnya yg akan terjadi. Tapi yg pasti, setiap kesempatan yg datang, aku perlu melakukan yg terbaik. Pada akhirnya baru aku bisa melihat hal yg Tuhan rencanakan.

“ the LORD would speak to Moses face to face, as a man speaks with his friend.” (Ex 33:11)

Aku sangat tertusuk dan terkejut dengan ayat ini, karena Musa menganggap (ingat bahwa ini adalah tulisan Musa) Tuhan adalah sahabatnya. Sebaliknya juga bahwa Tuhan menganggap Musa adalah sahabatNya. Waow! Bisakah kita hari ini seperti Musa? Satu tantangan buat kita hari ini yg tidak bisa melihat Tuhan secara langsung, apakah kita dapat membangun hubungan yg dalam dengan Tuhan? Apakah setiap hari kita bicara dan mendengarkan Tuhan bicara? Apakah kita adalah sahabatNya Tuhan?

Kejadian; Pernikahan Bermasalah January 28, 2009

Posted by Nana in Bible study.
1 comment so far

Akhirnya aku selesai membaca buku Kejadian sebelum bulan ini berakhir. Walaupun sudah berulang kali membaca Kejadian, selalu ada hal baru yg aku temukan. Kali ini aku mempelajari tentang pernikahan tokoh2 yang ada di dalamnya. Firman Tuhan tidak hanya memberikan contoh bagus, tapi juga menceritakan dosa dan kelemahan manusia yg perlu kita pelajari supaya kita tidak melakukan hal yang sama.

* Adam & Hawa, pernikahan pertama di dunia. Pasangan mana yg akan merasa kurang apabila Tuhan sendiri yang menyediakan segala sesuatu nya? Entah apakah Tuhan mengajarkan mereka prinsip2 pernikahan atau tidak seperti yang ada di Efesus, tapi sepertinya mereka sangat saling jatuh cinta (kata Jn, mungkin Adam sangat jatuh cinta sehingga dengan mudah menuruti keinginan Hawa dan lupa akan perintah Tuhan hehehe). Kesalahan mereka adalah tidak menaati perintah Tuhan. Konsekuensi dari dosa mereka berakibat kepada seluruh manusia secara umum, dan juga secara pribadi dalam kehidupan mereka. Aku membayangkan di luar taman eden mereka bertengkar dan saling menyalahkan ttg apa yg sudah terjadi. Habel mati dibunuh, Kain pergi dari mereka. Kepahitan dan penyesalan menghinggapi mereka. Namun pada akhirnya, mereka berubah dan memiliki anak ketiga yang akhirnya membawa perubahan kerohanian kepada keturunan selanjutnya. Adam hidup 900 thn, bayangkan dia menceritakan ttg Tuhan kepada 10 generasi di bawahnya. Yang perlu kita belajar adalah konsekuensi dosa yang tidak main-main, dan Tuhan selalu mengubahkan keadaan ketika kita sendiri berubah. * Pernikahan Nuh dan istrinya tidak tercatat melakukan kesalahan, malah mereka sangat patuh dengan perintah Tuhan sehingga keluarga mereka diselamatkan dari air bah. Tapi Nuh tercatat pernah mabuk karena anggur sehingga ia tidak sadar mempermalukan dirinya sendiri di depan anak2 nya.

* Abraham & Sarah. Pernah aku bertanya kepada Jn “menurutmu kamu mirip dgn tokoh siapa di dalam Alkitab?” “hmm.. rasanya Abraham, karena dia org yg cuek, tenang, menghindari konflik, patuh, dan setia” Ya begitulah karakter Abraham kira2. Abraham adalah org biasa2 yang awalnya tidak rohani, tapi menjawab panggilan Tuhan. Iman nya tumbuh secara perlahan-lahan dan tidak secara instant seperti yg kita pikir. Abraham sangat mencintai Sarah dan selalu mengikuti keinginan Sarah. Sebaliknya Sarah lebih menuntut dan emosional. Masalah timbul ketika Sarah memakai caranya sendiri untuk memiliki anak. Abraham sendiri juga 2 kali takut dan menipu orang lain. Namun dalam struggle mereka untuk mempercayai Tuhan, Tuhan tetap sabar dan memegang janjiNya. Tidak jelas setelah Sarah meninggal, apakah Abraham menikah lagi karena kesepian, atau karena ingin memiliki anak lagi.

* Ishak & Ribka. Menjadi anak kesayangan, sepertinya membuat Ishak tidak bisa membimbing dengan benar, malah membedakan perlakuan kepada 2 anaknya. Ishak mengasihi Esau, sedangkan Ribka mengasihi Yakub. Seharusnya di dalam keluarga tidak boleh ada “anak emas”. Akibatnya Yakub tumbuh menjadi seorang penipu dan Esau menjadi pemarah. Ishak juga ayah yang pasif, tidak menegur anak2 nya; Esau ber-poligami, dan Yakub menipu Esau dan ayahnya sendiri. Bagi yang punya anak, belajarlah dari kesalahan Ishak dan Ribka…

* Keluarga Yakub. Wah, menurutku inilah keluarga paling kacau di buku Kejadian.  Saking kacaunya, aku bingung mau membuat daftar kesalahan dalam keluarga ini.  Yakub punya 2 istri yang saling bersaing utk punya anak dan dicintai, plus 2 pelayan istrinya. Punya 12 anak bukan nya membawa rejeki, tapi banyak masalah. Semuanya karena kelemahan karakter Yakub yang tidak bisa memimpin keluarga dengan benar. Sekacau-kacaunya keluarga ini hingga ke masalah Yusuf, aku sungguh kagum kepada Tuhan yang akhirnya menggunakan Yusuf untuk menyelamatkan mereka semua dan membahagiakan Yakub pada akhir hidupnya.

Bagaimana pernikahan kita hari ini di mata Tuhan? Kesalahan apa yg perlu kita perbaiki? Hal apa yang kita belajar dari contoh2 pernikahan ini? Aku saranin untuk membaca lebih dalam di Alkitab, karena aku hanya memberikan sedikit rangkuman saja. Amin.

Kej 12 & 20; Dosa Abraham January 15, 2009

Posted by Nana in Bible study.
1 comment so far

Abraham, “ a man of great faith” ternyata bisa menjadi “ a man of great moral weakness”. Aku membaca tentang iman dan kepatuhan nya kepada Tuhan, dan semua itu luar biasa. Penantian nya hingga berumur 100 tahun untuk memiliki anak. Namun ada dosa yg juga dia lakukan, yaitu menipu. Dan ini terjadi dua kali!

Pertama di Kej 12, ketika Abram dan Sarai pergi ke Mesir, karena di Kanaan sedang terjadi kelaparan. Karena Abram takut dia akan dibunuh apabila org Mesir ingin mengambil Sarai yg cantik menjadi istri mereka, maka dia mengajari Sarai utk mengatakan bahwa mereka berdua adalah saudara. Sebenarnya mereka memang masih bersaudara, tapi motivasi Abram melakukan ini adalah karena memikirkan keselamatan dirinya sendiri, dan lupa bahwa Tuhan yg akan menjaga mereka. Tampaknya Abram ternyata bergumul utk mempercayai rencana Tuhan.

Kejadian kedua terulang lagi 20 tahun kemudian, saat Abraham dan Sarah tinggal di Gerar. Kejadian yg sama saat mereka bertemu Raja Gerar yang menyukai Sarah. Mereka menipu lagi utk keselamatan Abraham. Lebih menarik lagi ketika ternyata kelemahan nya ini “menurun” kepada anaknya (Ishak) dan kemudian cucunya, Yakub. Ini adalah pelajaran agar kita waspada, bahkan org seperti Abraham pun bisa jatuh dalam dosa.

Lucunya adalah, ketika ada hal jelek dilakukan oleh orang benar, sebaliknya malah ada hal benar yg dilakukan oleh orang jahat. Abimelek, di Kej 20, bukan org yg percaya Tuhan. Tapi apa yg dia lakukan menunjukkan pertobatan dan kemurahan hati kepada Abraham. Wah, sungguh cerita yg membuat kita semua belajar!

Dreaming dreams & Seeing visions January 12, 2009

Posted by Nana in Lessons.
add a comment

(khotbah Harliem-GKDI, 11 Jan 2009)

Prov 29:18 where there’s no vision the people will perish

Hellen Keller was asked once “what would be worse than being born blind?” to which she replied “having sight without a vision”

What a profound statement by a girl who was born into this world deaf, dumb, and blind. She couldn’t help how she came into this world but she sure could help how she left this world.

1. A VISION IS THE ABILITY TO SEE WHAT OTHERS CAN’T SEE

2 kings 2:1-10 Elisa terus mengikuti Elia, karena dia punya visi yg besar, dia ingin menjadi seperti Elia, bahkan mendapat dua bagian dari roh Elia. Elia sendiri mengatakan bahwa permintaan nya itu sangat sukar,tapi akhirnya Elisa mendapatkannya. How is your Spiritual Vision today? Are you seeing clearly? Do you look at circumstance and not beyond?

2. A VISION IS FAITH TO BELIEVE WHAT OTHERS WILL NOT

Rom 4:18-26 God help us to have enough faith in God to believe

There are a lot of factors that influence our service for God which we have no control over-your background, your age, your giftedness, but there is one important factor that we do have control over; How much we choose to believe God.

Ask your self :

Why have I settled for little dreams when I serve a big God?

Why am I content to just ask God for the things that seem possible?

Why not ask God for the impossible?

Why settle for just a taste of God when we can have the entire seven course meal?

Go to a BIG GOD with big dream and watch Him bring it to pass. Ask a BIG GOD for the Hard Things!

Martin Luther dared to dream of a church where the grace of Jesus Christ could be preached freely, and common people could hear and understand the message of Bible. Before he died, millions of people were able to have Bible in their own language, to read and study it for themselves.

Alexander Campbell & Barton W. Stone & Raccoon John Smith, dared to dream of a church where there would be no denominational walls, no denominational names or creeds or organizations to separate us from each other, where we could all just be “Christian”.

3. A VISION IS COURAGE TO DO WHAT OTHERS SAY CAN’T BE DONE

Phil 4:13 I can do all things through Christ which strengthen me

Faith includes Action. Courage doesn’t mean no fear, but is GOING FORWARD in spite of fear. Our problem is that too often we want to live in our comfort zone. What if these so bible heroes did not want to move beyond their comfort zone? Moses, David…

Kej 4-6 Keturunan Kain dan Seth January 8, 2009

Posted by Nana in Bible study.
1 comment so far

Gen 4 Keturunan Kain dan Keturunan Set

Menarik juga mempelajari daftar keturunan anak2 Adam. Setelah Kain membunuh Set, dia masih diampuni oleh Tuhan, tapi Kain “pergi dari hadapan Tuhan” dan berpisah dari orangtuanya. Entah bagaimana kehidupan dia selanjutnya, tapi aku yakin arti “pergi dari hadapan Tuhan” itu tidak hanya berarti secara harafiah tapi juga secara kerohanian. Dia mungkin menjadi penguasa kota yang dia dirikan, dan hidup menurut keinginan nya sendiri. Keturunan ke 6 dari Kain (atau keturunan ke 7 Adam melalui Kain), yaitu Lamekh, bahkan hidup poligami, membunuh, dan menganggap dirinya lebih layak daripada Kain. Ini adalah puncak dosa yang mengerikan dari keturunan Kain.

Sebaliknya, Adam Hawa melahirkan Seth, yang artinya “God has granted me another child… “ Adam dan Hawa tetap berusaha melanjutkan hidup mereka dengan bergantung kepadaTuhan, setelah mereka kehilangan 2 anak pertama mereka. Ada 2 hal yang berbeda dari keturunan Set ini dibandingkan dengan keturunan Kain.

“At that time men began to call on the name of the LORD” (verse 26) Sementara keturunan kain hidup jauh dari Tuhan, keturunan Set hidup dengan bergantung kepada Tuhan. Waow… Kelihatannya Adam Hawa sudah belajar banyak dan sedang memperbaiki kesalahan mereka, dengan mengajarkan ttg Tuhan kepada anak2 mereka. Ini menjadi pelajaran utk semua orangtua agar mendidik anaknya dengan benar, tidak hanya memikirkan generasi saat ini. Pengaruh apa yang kita berikan kepada generasi mendatang?

Gen 5:19-23 When Enoch had lived 65 years, he became the father of Methuselah. And after he became the father of Methuselah, Enoch walked with God 300 years and had other sons and daughters. Altogether, Enoch lived 365 years. Enoch walked with God; then he was no more, because God took him away.

Keturunan Adam yang ke 7 melalui Set, adalah Henokh. Di saat Lamekh hidup berdosa, Henokh malah sebaliknya, bahkan diakatakan “Walked with God!” Ada perbedaan yang besar, antara kita “berjalan bersama Tuhan”, atau sekedar “berjalan dalam kehidupan”. Mana yg sedang kita jalani saat ini?

Keturunan dari Seth pada akhirnya sampai kepada Nuh. Pada jaman itu manusia sudah menjadi sangat jahat dan menyedihkan hati Tuhan, “but Noah found favor in the eyes of the LORD, he was a righteous man, blameless among the people, and he walked with God “(Gen 6:8-9)

Ketika aku memikirkan 2 keturunan ini, aku merasa Tuhan sangat jelas memberikan gambaran ttg masa depan kita, apabila kita tidak hidup bersamaNya. Hal lain adalah aku merasa bersyukur dengan “keluarga rohani” yang Tuhan berikan dalam hidupku. Kadang2 aku sudah menjadi terbiasa dan tidak menganggap itu sbg sesuatu yg special lagi. Padahal, mereka lah yang dipakai Tuhan untuk membantu hidupku untuk berubah dan bertumbuh. Amin

Gen 2 The Garden of Eden January 6, 2009

Posted by Nana in Bible study.
add a comment

Taman Eden, taman special bagi manusia pertama. Coba kita bayangkan tempatnya seperti apa. Pernah berada di sebuah taman yang sangat indah? Walaupun Tuhan tahu bahwa akhirnya manusia akan melanggar perintahNya, toh Dia tetap memberikan sebuah taman yang indah. Apakah kita rela memberikan sebuah hadiah kepada seseorang yg kita kasihi, hanya untuk melihat bahwa akhirnya hadiah itu dirusak?

Taman Eden terletak di Timur, entah dimanapun itu berada. (Secara tradisi diperkirakan terletak di dekat negara Irak sekarang). Eden dalam bhs ibrani berarti “delight” (kesenangan/kesukaan). Ada sebuah sungai yang terbagi atas 4 cabang yaitu Pison, Gihon, Tigris,Efrat. Kemarin aku mengunjungi rumah baru temanku di PIK, dari belakang rumahnya bisa melihat pemandangan sungai. Itu aja buat aku udah indah bgt, apalagi kalau membayangkan Eden ya. Berbagai hewan ada disana. Tugas pertama Adam sebagai “pemelihara” taman itu adalah memberi nama kepada hewan2 itu. Bayangkan pusingnya Adam mempelajari semua hewan itu, bayangkan Tuhan duduk bersama Adam dan bercerita ttg jenis-jenis hewan itu, dan apa yang mereka makan. Berbagai pohon ada disana-pohon2 yg menarik dan baik untuk dimakan, wow! (Impianku menjadi ingin memiliki sebuah taman eden!) termasuk 2 pohon yang sangat penting, Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan.

Kita bertanya, kenapa ya Tuhan menaroh 2 pohon ini, tapi ga boleh dimakan buahnya? Tapi kita juga bisa bertanya, di antara begitu banyak pohon lain yg bisa Hawa makan, Hawa masih merasa tidak puas dan penasaran dgn pohon pengetahuan itu? Mungkin salah satu kelemahan wanita adalah keinginan hati akan barang-barang. Kita sering mendengar istilah “cewek matre” dan marah bila dikatakan begitu. Padahal aku pikir, memang pada dasarnya itulah kelemahan wanita, yang akhirnya malah membawa rasa penyesalan besar. Adam sendiri melakukan kesalahan karena dia tidak memimpin dirinya sendiri dan istrinya untuk melakukan apa yg benar. Mungkin dia ingin menyenangkan hati Hawa yang sangat dia cintai, sehingga dia lupa kepada Sang Pemberi hawa itu sendiri?

Byk hal yg kita bisa pelajari dari cerita dosa pertama ini, tapi point ku saat ini adalah kita semua harus waspada dengan iblis yang senang membohongi kita. Godaan nya selalu terlihat menyenangkan, padahal akhirnya akan menimbulkan konsekuensi yg membuat kita menyesal. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri (Ams 3:5)”

Pada akhirnya kehidupan mereka berubah total karena 1 pelanggaran “kecil”. Buat Tuhan, selalu ada konsekuensi dosa. Pikirkan tentang 1 dosa “kecil” kita yang kita lakukan dan konsekuensi yang harus kita hadapi. Aku pernah punya dosa “kecil” dalam perjanjian bisnis. Awalnya aku pikir itu tidak apa2, karena hal itu wajar terjadi dalam dunia bisnis, kata orang2. Tapi setelah terjadi beberapa kali aku merasa bersalah di dalam hati walaupun mendapat keuntungan. Setelah diskusi dengan pemimpinku di gereja, aku ambil keputusan untuk bicara dgn mitraku untuk melakukan apa yg benar. Ternyata Tuhan bekerja lebih cepat dan menyelesaikan masalahnya untukku, dan aku menjadi lega sekarang. Adam dan Hawa menanggung akibat yang begitu besar. Keluar dari Eden, harus “survive” dan mungkin rasa bersalah menyebabkan mereka kadang bertengkar tentang buah itu. Mungkin mereka melihat anak mereka saling bunuh2an dan hanya bisa menyesali apa yg telah terjadi. Bisakah kita bayangkan bagaimana kehidupan mereka yg tadinya indah menjadi sungguh berat? Bisakah kita mengingat kembali bagaimana keadaan kita setelah jatuh dosa, yang menjauhkan kita dari Tuhan?

Bible Chronology of OT (The 7th Day) January 4, 2009

Posted by Nana in Bible study.
add a comment

By the seventh day God had finished the work he had been doing; so on the seventh day he rested from all his work. 3 And God blessed the seventh day and made it holy, because on it he rested from all the work of creating that he had done. (Gen 2:2-3)

Tuhan berhenti bukan karena cape, tapi karena pekerjaan telah usai. Orang yahudi menyebutnya “sabbath”. Aku rasa apa yg Tuhan lakukan seharusnya menjadi contoh buat kita, supaya kita melakukan hal yg sama. Di Kel 20:8-11 Musa memerintahkan Israel utk menghormati hari Sabat, supaya orang tidak selalu bekerja sepanjang waktu, dan dapat memberikan waktu untuk Tuhan. Berapa sering kita menjadi orang sibuk dan tidak memberi waktu utk berdoa dan baca Firman? Berapa byk waktu dan energi kita korbankan demi mencapai kesuksesan dunia atau uang, sehingga kita tidak punya waktu utk mengasihi org2 di sekitar kita? Kita dikelilingi oleh teknologi yang terus kita kejar sehingga kita kehilangan sentuhan alam. Kita menjadi stress dan cape dengan pekerjaan dan fokus kita. Kalau “BOSS” (Tuhan) kita beristirahat,kenapa kita pikir kita membuang waktu bila beristirahat?

Ingatlah kata2 Yesus di Mark 2:27-28

Then he said to them, “The Sabbath was made for man, not man for the Sabbath. 28So the Son of Man is Lord even of the Sabbath.”

Bible chronology of OT – The Creation January 2, 2009

Posted by Nana in Bible study.
add a comment

Kejadian 1-2

Membaca buku Kej seperti berkenalan dgn Tuhan. Terlintas di kepalaku pembicaraan antara Musa dan Tuhan.

Musa : Tuhan, bagaimana cerita ketika Engkau membentuk bumi ini?

Tuhan : Oh, sederhana saja. 3 hari pembentukan, 3 hari pengisian. Hari pertama penciptaan terang, hari kedua pemisahan air, dan hari ketiga penciptaan daratan lautan dan tanaman. Hari ke 4 bumi mulai diisi dengan matahari dan bulan, hari ke 5 penciptaan binatang, dan hari ke 6 penciptaan manusia. (Ternyata pada awalnya manusia adalah vegetarian).

Musa : wah, bagaimana perasaan Engkau ketika menciptakan semua itu?

Tuhan : luar biasa. Aku sudah mengumpulkan semua isi surga untuk membuat ciptaan yg terbaik. Terlebih saat aku menciptakan manusia, mahluk hidup yang paling sempurna. Betul-betul semuanya baik dan indah.

Musa : wauww… kenapa manusia yg paling sempurna?

Tuhan : karena Aku menaruh gambaran diriKu sendiri ke dalam mereka, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka pun diciptakan dari tanganKu sendiri, seperti seorang pengrajin membuat keramik.

Musa : wah, pantesan Engkau begitu mengasihi manusia…

Ketika hidup kita sedang penuh masalah. Ketika kemenangan yg kita raih adalah kegagalan. Ketika berdosa. Ketika kita merasa ditinggalkan. Ketika kita kehilangan kehormatan diri kita. Ketika kita sedang down dan ingin menyerah. Ketika sedang kehilangan iman. Coba kita lihat kembali ke Kej 1-2 ini. Renungkan dgn dalam saat Tuhan menciptakan dunia dan menciptakan diri kita. Perhatikan perasaan Tuhan tentang ciptaanNya “God saw all that He had made, and it was very good!” (Gen 1:31). Semoga kita semua mendapat kekuatan kembali dari kasihNya yang luar biasa. amin

(Nana, 1 Jan 09)

Bible Chronology of the Old Testament (week 1) December 31, 2008

Posted by Nana in Bible study.
add a comment

the following chronological list is adapted from the chronological bible.  its purpose is to help you to develop an overall understanding of the order of the major people and events of the Bible.

1. From The Ccreation to the Flood

The Pre-exixtent Christ (John 1)

Yoh memulai bukunya dengan menceritakan 1 pengertian yg luar biasa. Dia tidak langsung memulai dengan kelahiran Yesus. Dia mulai dengan menceritakan ttg buku Kejadian, bagaimana pada awalnya Tuhan menciptakan dunia dgn FirmanNya. Tapi kemudian Firman itu lahir menjadi manusia, sehingga Tuhan yang tidak pernah dilihat oleh manusia, memperlihatkan diriNya. “the Word become flesh, and made his dwelling among us. We have seen His glory” (Yoh 1:14) Bayangkan bagaimana perasaan Yoh ketika menulis itu. Dia yang melihat, menyentuh, memeluk, tertawa dan menangis dgn Tuhan, dan makan semeja dgn Tuhan!

Bagaimana perasaan aku ttg Tuhan? Aku tidak pernah melihatnya secara langsung, tapi aku melihatNya bekerja dalam byk orang dan dalam diri aku sendiri. Aku melihat hasil karyaNya yg mencerminkan kehebatanNya. Aku tidak pernah menyentuh Tuhan, tapi aku disentuhNya ketika berdoa dan membaca firmanNya. Aku tidak pernah memelukNya, tapi aku dipeluknya dan diangkatNya kembali ketika jatuh dan menangis. Aku tidak pernah mendengar tawaNya, tapi aku tertawa melihat kejutan2 yg Dia berikan (rasanya tidak mungkin kalau Dia juga tidak tertawa saat itu). Aku tidak pernah makan semeja dgn Dia, tapi setiap hari Dia memberiku makan yg layak bahkan makanan yg lezat!

Have you seen His Glory…?

(saat teduh Nana, 31 Des 2008)

Thankful – Josh Groban December 19, 2008

Posted by Nana in Uncategorized.
add a comment

Merry Christmas to all!

Hopefully this song may give us inspiration about Christmas… I think the most important thing about celebrating Christmas is to be thankful for what God had done in our life

Somedays, we forget to look around us
Somedays, we can’t see the joy that surrounds us
So caught up inside ourselves
we take when we should give

So for tonight, we pray for what we know can be
And on this day, we hope for what we still can’t see
It’s up to us, to be the change
And even though we all can still do more,
there’s so much to be thankful for

Look beyond ourselves, there’s so much sorrow,
it’s way to late to say, I’ll cry tomorrow
each of us must find our truth, it’s so long overdue,

So for tonight, we pray for what we know can be,
And everyday, we hope for what we still can’t see,
It’s up to us, to be the change
and even though we all can still do more,
there’s so much to be thankful for

Even with our differences, there is a place were all connected. Each of us can find each others light

So for tonight, we pray for what we know can be,
And on this day, we hope for what we still can’t see
It’s up to us to be the change,
and even though this world can still do so much more
there’s so much to be thankful for…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.